Ringkasan Kerajaan Siak Sri Indrapura
Kerajaan Siak Sri Indrapura adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri dan berkuasa di Pulau Sumatera. Kebesarannya kini diwakili oleh Istana Siak Sri Indrapura, yang juga dikenal sebagai Istana Asserayyah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur, berlokasi di Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Pendirian dan Raja Awal
- Pendiri: Kerajaan ini didirikan pada tahun 1723 M oleh Raja Kecik, yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah. Raja Kecik adalah putra dari Sultan Mahmud Syah II dari Kerajaan Johor dengan istrinya Encik Pong.
- Asal-usul: Sebelum didirikan, daerah Siak berada di bawah kekuasaan Johor. Raja Kecik sendiri dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau setelah ayahnya mangkat.
- Awal Pendirian: Setelah sempat merebut takhta Johor pada 1717 dan kehilangannya pada 1722, Raja Kecik mengundurkan diri dan mendirikan negeri baru di pinggir Sungai Buantan (anak Sungai Siak). Buantan menjadi pusat kerajaan yang pertama.
Perpindahan Pusat Pemerintahan
Pusat Kerajaan Siak tidak menetap, melainkan berpindah-pindah:
- Dari Buantan
- Pindah ke Mempura
- Pindah ke Senapelan (sekarang Pekanbaru)
- Kembali lagi ke Mempura
- Pada masa pemerintahan Sultan Ismail (Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin, 1827-1864), pusat kerajaan dipindahkan ke kota Siak Sri Indrapura dan akhirnya menetap di sana hingga masa sultan terakhir.
Puncak Perkembangan dan Istana Megah
- Sultan ke-11:Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (memerintah 1889-1908).
- Pada masa pemerintahannya, Siak mengalami kemajuan, terutama di bidang ekonomi.
- Beliau membangun istana megah di kota Siak yang diberi nama Istana Asseraiyah Hasyimiah (Istana Siak Sri Indrapura) pada tahun 1889.
- Istana ini memiliki arsitektur yang menggabungkan gaya Melayu, Arab, dan Eropa, berdenah segi empat silang, dengan pilar bulat berhias burung garuda di setiap sudut, serta pintu dan jendela berbentuk kubah berhias mozaik kaca.
Sultan Terakhir dan Integrasi ke Republik Indonesia
- Sultan ke-12: Tengku Sulung Syarif Kasim atau Sultan Syarif Kasim Tsani (Sultan Syarif Kasim II), ditabalkan pada tahun 1915.
- Bergabung dengan RI: Bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan RI, Sultan Syarif Kasim II mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak.
- Kontribusi: Beliau menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia, menyerahkan Mahkota Kerajaan, dan menyumbangkan uang sebesar Sepuluh Ribu Gulden kepada Bung Karno (Presiden Soekarno).
- Pahlawan Nasional: Pada tahun 1997, Sultan Syarif Kasim II mendapat gelar kehormatan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.
Status Saat Ini
Saat ini, Istana Siak Sri Indrapura berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah dan museum yang menyimpan benda-benda peninggalan Kerajaan Siak. Wilayah Siak yang semula merupakan Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis, kemudian menjadi Kecamatan Siak, dan pada tahun 1999 berubah status menjadi Kabupaten Siak dengan ibukota Siak Sri Indrapura.
Ingin menyelami jejak kejayaan Melayu di Sumatera? Kunjungi segera Istana Siak Sri Indrapura, mahakarya arsitektur yang memadukan gaya Melayu, Arab, dan Eropa, tempat bertahtanya para Sultan Siak, termasuk Sultan Syarif Kasim II sang Pahlawan Nasional! Rasakan atmosfer sejarah yang megah dan lihat langsung peninggalan Kerajaan Siak yang berperan penting dalam lahirnya Republik Indonesia. Ambil Paket Wisata Sejarah Siak dari Riau Travel untuk perjalanan yang praktis, nyaman, dan terpandu, mencakup Istana, Kapal Kesultanan, hingga Makam Sultan. Pesan sekarang dan jadilah saksi bisu kemegahan “Matahari Timur”!




